Hanya manusia biasa yang tak bisa hidup tanpa oksigen.

Senin, 26 Maret 2018

GERMAS Membuat Masyarakat Sadar Untuk Tidak Merokok

GERMAS Membuat Masyarakat Sadar Untuk Tidak Merokok, antonicxz
Mens sana in corpore sano, dari bahasa Latin berarti dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat. Dalam dunia kesehatan pun dikenal istilah "pencegahan lebih baik daripada pengobatan". Berobat tersebut membutuhkan ongkos mahal, sebenarnya sudah terdapat BPJS, Kartu Indonesia Sehat (KIS). teruntuk memanfaatkan kemudahan kartu kesehatan terdapat syarat dan peraturan yang berlaku. Bagi PNS (ASN), pegawai BUMN, swasta iuran tiap bulan telah dibayarkan oleh bendahara yang dikurangi dari gaji. Namun guna peserta BPJS Kesehatan Mandiri mesti membayar class 1 sebesar Rp 80.000,-/bulan (Rp 960.000 per tahun), class 2 Rp 51.000,-/bulan (Rp 612.000,- per tahun) dan class 3 Rp 25.500/bulan (306.000,-per tahun).


Terlepas dari masalah pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan yang semakin pelik permasalahannya, keadaan sehat itu ialah karunia ALLAH SWT yang tidak ternilai harganya. Orang disebutkan sehat menurut keterangan dari UU No.36 Tahun 2009 mengenai Kesehatan:"bila fisik, mental, spiritual maupun sosial, yang memungkinkan setiap orang bisa hidup produktif secara sosial dan ekonomis". 

Sehat tersebut menjadi hak untuk setiap orang Indonesia, tergolong mendapatkan lingkungan sehat, dan informasi data kesehatan dirinya sendiri. teruntuk informasi kesehatan, pasien paling minim mendapat informasi dari dokter tenaga kesehatan yang memeriksa. Banyak pasien yang antri menungggu menjadi alasannya dokter guna memberi keterangan tentang sebuah penyakit.

Difinisi sehat tidak hanya sehat secara fisik, namun mencakup mental, spiritual dan sosial. Kondisi lingkungan yang semakin tidak aman dan nyaman, pola hidup, pola makan, pola kerja, pola tidur, dapat sangat berrpengaruh pada kesehatan seseorang. Tekanan, tuntutan ongkos hidup yang semakin tinggi, makanan "fastfood", tuntutan kompetensi, dan begadang  malam hari menjadikan mental, spriritual dan sosial terganggu. 

Apalagi orang-orang yang gampang tergoda dengan gaya hidup snobisme dari kata snob yaitu:"orang yang senang meniru gaya hidup atau selera orang  yang dirasakannya lebih dari padanya tanpa perasaan malu; 2. orang yang suka menghina dan meremehkan orang lainnya yang dirasakan lebih rendah dari padanya; orang yang merasa dirinya lebih pintar dari pada orang lain". Secara jasmani sehat, tetapi "sakit" jiwa, mental, spiritual dan sosial,sanggat mengganggu lingkungan.

Perubahan zaman yang cepat sebab perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dapat dominan pada pola hidup sehat. Aktivitas jasmani semakin berkurang, seluruhnya serba gampang tinggal "klik", pencet semuanya sudah terselesaikan sendiri, mulai memasak, mencuci, nonton TV dan memindah channel, pesan makanan, dapat dilakukan dari rumah. Tanpa disadari orang-orang disekitar kita telah berpola hidup tidak sehat, yang berpotensi merugikan dirinya sendiri, keluarga, kerabat, dan masyarakat.

Pemerintah merencanakan "Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)"sebagai perbuatan sistematis dan terencana yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh semua komponen bangsa dengan kesadaran,keinginan dan keterampilan berperilaku sehat untuk menambah kualitas hidup. Pelaksanaan Germas dimulai dari keluarga, sebagai unsur terkecil dari masyarakat yang mengolah kepribadian. Germas ini meliputi: Melakukan antivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, mengecek kesehatan secara rutin, bersihnya lingkungan, dan memakai jamban.

Germas ini menjadi ditekankan oleh Menkes RI Nila Farid Moeloek dalam sambutan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 Tahun 2016 di Jakarta. Momentum HKN untuk merencanakan Germas dimaksudkan supaya masyarakat selalu menjaga kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat. Hal ini dasar pertimbangan bahwa epnduduk usia produktif (PUS) yang jumlahnya besar bisa semestinya menyerahkan kontribusi untuk pembangunan. Masalahnya,situasi ini malah menjadi ancaman sebab meningkatnya penyakit tidak menular (PTM), dan perilaku yang tidak sehat. Perubahan "gaya hidup" terbukti merangsang pergeseran pola penyakit stroke, jantung koroner, kanker dan diabetis malah menduduki peringkat tertinggi, yang diderita oleh semua penduduk umur produktif.

GERMAS dapat dilaksanakan dengan cara:" Melakukan kegiatan fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban". Pada permulaan, GERMAS secara nasional dibuka dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan kegiatan fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara berkala. Melakukan kegiatan fisik contohnya dengan jalan kaki, senam, lari pagi, disaat udara masih segar tiap hari sekitar 30 menit. 

Namun udara segar di kota-kota besar menjadi urusan yang langka, sebab polusi udara kendaraan dan industri. Fasilitas umum berupa ruang publik terbuka pun semakin jarang ditemukan, sebab lahannya digunakan untuk pemukiman penduduk. Mengonsumsi buah dan sayur belum menjadi keperluan dan kebiasaan untuk kelas menengah ke bawah. Periksa kesehatan secara rutin, belum terbiasa sebab sakit dulu baru berobat. Bahkan sekarang BPJS Kesehatan juga belum menjadi peserta dan bayar iuran, saat di rawat di Rumah Sakit, baru mengurus BPJS Kesehatan guna mengklaim pembayaran. Semoga "kesadaran" dan "kebiasaan" untuk hidup sehat segera terwujud...!

Sekian semoga bermampaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar